MITRA VALORA NEWS

Senin, 2020-06-01 17:41 WIB

Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal

<p>Ansor Sumbar Satukan Pemikiran Hadapi Tantangan New Normal<p>

VALORAnews -- Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Sumatera Barat, Rahmat Tuanku Sulaiman mengharapkan semua warga Nahdyin, menyatukan...

Emzalmi: Pantai Padang Harus Steril dari Lapak Pedagang

Sri Wahyeni | Kamis, 18-08-2016 | 16:44 WIB | 654 klik | Kota Padang
<p>Emzalmi: Pantai Padang Harus Steril dari Lapak Pedagang<p>

PKL di depan kantor Dinas Pariwisata Padang, telah membongkar sendiri tempat mereka berjualan. Namun, baru 4 dari 65 PKL di kawasan itu yang membongkar sendiri lokasinya berjualan secara swadaya. (humas)

VALORAnews - Pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang jalan Samudera, Pantai Padang, mulai membongkar sendiri bangunannya. Hal ini seiring dengan rencana penataan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang.

Dari 65 pedagang yang berjualan di sepanjang jalan tersebut, sebanyak empat pedagang telah membongkar bangunannya. Ini setelah Pemerintah Kota Padang melayangkan surat teguran kepada seluruh pedagang.

Salah seorang pedagang yang dengan kesadaran sendiri membongkar bangunannya, Sundra, mengatakan bahwa dirinya mendukung rencana penataan pantai yang dilakukan Pemerintah Kota Padang. Sundra menyebut, dirinya bersedia membongkar bangunannya demi keindahan Pantai Padang.


"Saya mendukung rencana pemerintah agar pantai ini bersih dan indah," katanya saat ditemui di Pantai Padang, Kamis (18/8/2016).

Sundra sebelumnya berdagang mieso dan goreng udang di lokasi itu. Dirinya menyebut bahwa warung berukuran lebih kurang 3 x 6 meter miliknya telah dibongkar sejak lima hari yang lampau. "Kami sudah membongkarnya sejak 13 Agustus lalu," terangnya.

Sementara itu pedagang lain, In, menyebut bahwa dirinya juga telah membongkar bangunan miliknya. Menurutnya, Pemko Padang memang telah melayangkan surat teguran kepada seluruh pedagang sejak beberapa waktu lalu.

"Kami tentunya patuh, apalagi kami berjualan di lokasi milik Pemko," ujarnya.

Wakil Walikota Padang Emzalmi menuturkan, kawasan Pantai Padang memang sudah seharusnya steril dari bangunan pedagang. Namun begitu Pemko Padang tidak pula bermaksud mematikan usaha para pedagang. Tetapi justru membantu pedagang dengan menyediakan gerobak untuk berjualan.

"Nantinya pedagang bisa berjualan dengan memanfaatkan gerobak yang kita berikan, sehingga pedagang dapat berjualan dari sore hingga malam. Begitu selesai berjualan, gerobak dapat dibawa kembali sehingga pantai tertata rapi," tutur Emzalmi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Medi Iswandi menuturkan bahwa di sepanjang jalan Samudera tersebut terdapat 65 pedagang. Saat ini sudah empat pedagang yang membongkar sendiri bangunanya.

"Tinggal 61 pedagang lagi, kesemuanya berjanji akan membongkar bangunannya 21 Agustus nanti," papar Medi.

Berdasarkan catatan Disbudpar Kota Padang, empat pedagang yang telah membongkar warungnya sendiri yakni "Pondok Udang Goreng", "Putri Samudera", "Bofet Mak Datuak", serta kedai nasi milik Emi. Pemko berencana akan melakukan pembongkaran pada 23 Agustus nanti.

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar