MITRA VALORA NEWS

Muzni Zakaria Gandeng KEIN Susun Konsep Pariwisata Solsel

AI Mangindo Kayo | Kamis, 07-09-2017 | 16:57 WIB | 568 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Muzni Zakaria Gandeng KEIN Susun Konsep Pariwisata Solsel<p>

Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria bersama Ketua Kelompok Kerja KEIN untuk industi pariwisata, Doni Oskaria, Yori Antar, Jay Subaktio dan bersama penggiat wisata lainnya, be-swafoto usai pertemuan pembahasan industri pariwisata di Jakarta. (humas)

VALORAnews - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menggandeng Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), menata sekaligus memasarkan pariwisata di daerah yang berjuluk nagari saribu rumah gadang itu.

Hal ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria untuk menggarap dan memajukan pariwisata.

Muzni Zakaria mengatakan, untuk mendongkrak pertumbuhan pariwisata di daerah ini, Pemkab Solok Selatan menggandeng KEIN sebagai lembaga yang akan menata dan memasarkan destinasi wisata.


"Dengan kemampuan memenej pengembangan destinasi wisata, kita percayakan kepada KEIN ini untuk menata, mengembangkan dan memasarkan pariwisata didaerah kita ini," katanya.

Menurutnya, dilihat dari sepak terjang KEIN ini dalam pengembangan wisata di Indonesia, telah banyak membuahkan hasil yang maksimal.

"Mudah-mudahan dengan campur tangan KEIN ini, semakin maju pariwisata Solok Selatan," katanya.

Sementara, Ketua Kelompok Kerja KEIN untuk Industri Pariwisata, Doni Oskaria mengatakan, untuk memajukan industri pariwisata di Solok Selatan ini, sebaiknya menentukan satu destinasi saja terlebih dahulu. Agar, pengembangannya lebih fokus.

"Untuk saat ini, mungkin kita lebih fokus untuk pengembangan kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG). Karena, nilai budaya dan keunikan yang tidak dimiliki daerah lain," katanya.

Menurutnya, untuk pelaksanaan kegiatan ini, pihaknya menggandeng dua konseptor andal yang telah dikenal sepak terjangnya dalam pengembangan wisata. Dua penggawa andal tersebut, Yori Antarlah, seorang "pendekar arsitektur nusantara" dan Jay Subiakto merupakan sutradara dan produser film.

"Keduanya nanti akan mengonsep, menata dan mengembangkan kawasan SRG tersebut. Rencana dalam waktu dekat ini kita akan berkunjung ke kawasan SRG," katanya.

Mudah-mudahan, lanjut Doni, konsep pengembangan kawasan SRG ini dapat dirancang. Serta, para pemilik dapat menjaga keoriginalitas bangunan.

Terpisah, Penggiat Wisata Sumatera Barat, Yulnofrin Napilus meyakini, dengan campur tangan KEIN dan dua konseptor andal ini, akan memberikan sentuhan lain terhadap industri wisata di Solok Selatan.

"Kita tahu, orang-orang sekaliber mereka itu tidak gampang untuk diajak kerjasama. Namun, bagi Solok Selatan sangat bersyukur bisa bekerjasama dengan kedua orang expert itu," katanya.

Menurutnya, dari pertemuan itu, Doni Oskaria sendiri menyarankan supaya Pemkab Solok Selatan untuk fokus mengembangkan satu destinasi wisata saja terlebih dahulu.

Destinasi yang paling tepat dikembangkan itu, adalah kawasan SRG yang memang sudah banyak dikenal wisatawan.

Pengembangan itu, katanya dimulai dari mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari masyarakat, nilai budaya hingga souvenir atau produk orisinil yang kompetitif dari masyarakat lokal. Sementara, untuk fisik dari arsitektur SRG, pesan Doni, akan dikembangkan di bagian akhir setelah SDM dari masyarakat telah dibina.

"Dengan demikian, kawasan SRG maju dengan sendirinya. Karena, telah didukung dari berbagai sektor," jelasnya.

"Harapan yang akan disematkan kepada orang-orang hebat itu, bukan tanpa alasan," tambah Nofrin.

Berkat tangan dingin Yori Antarlah, kampung adat Wae Rebo yang terletak di Manggarai Tua, Flores, dikenal banyak orang sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.

Melalui laporan arsitek asal Jakarta itulah, banyak wisatawan asing yang akhirnya mengetahui tempat dan kerap berkunjung ke Wae Rebo. Bahkan, tiap bulannya, kampung tersebut dikunjungi sampai 6.000 orang, termasuk wisatawan asing.

"Berkat upaya Yori yang berusaha untuk melestarikan kearifan lokal di sana, sehingga menjadi daya tarik wisatawan. Masyarakat lokal yang tidak menyadari itu sebelumnya, sekarang berbondong-bondong kembali membangun rumah yang pada asalnya telah mereka ubah sendiri," katanya.

Selain itu, dengan campur tangan Jay Subiakto akan memberikan warna yang lain pada pengembangan destinasi wisata di SRG. (dky)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar