MITRA VALORA NEWS

Sabtu, 2020-05-30 20:50 WIB

Belasan Pengemis dan Pengamen Diamankan Satpol PP

<p>Belasan Pengemis dan Pengamen Diamankan Satpol PP<p>

VALORAnews - Kasatpol PP Padang, Alfiadi menjelaskan, tujuh orang pengamen dan delapan orang pengemis, diamankan pasukan penegak Perda yang tengah...

Home » Gagasan

Kita yang Tidak Adil

Kamis, 2020-02-06 | 17:56 WIB | 267 klik
<p>Kita yang Tidak Adil<p>

Ajo Wayoik!

Penggiat Seni

Kita selalu memakai perbandingan yang "indak masuak" ketika bicara atau menuntut keadilan hukum. "Koruptor senyam senyum saat ditangkap, maling ayam babak belur. Hukum tajamnya ke bawah saja!"

Begitu umpat sebagian kita, sebagai respon setelah melihat foto tahanan KPK atau maling ayam pasca amuk masa.

Kenapa ini menurut saya indak masuak? Karena kedua kejahatan ini ditangani oleh pihak yang berbeda. Satu oleh negara dan yang satunya lagi oleh massa. Pertanyaannya, pernahkah massa menangkap dan membogem pelaku korupsi sebrutal ketika mendapati maling ayam?


Sumpah. Saya tidak pernah dengar. Sudah 37 tahun umur saya, yang saya tahu, masyarakat hanya menangkap maling kelas teri, bandit jalanan, coro-coro!

Massa tak pernah menangkap koruptor, bandar narkoba kelas kakap atau mucikari prostitusi langganan pejabat. Ndak pernah!

Lalu harus bagaimana? Ya beringaslah secara nyata kalau mau beringas juga!

Misalnya, kita tahu atau curiga ada pejabat disekitar kita yang korupsi, tapi kita takut melaporkannya. Sekali lagi, jangankan menangkapnya ramai-ramai, melaporkannyapun enggan.

Sebabnya macam-macam. Bisa karena si koruptor sangat berpengaruh, karena dia "urang bagak," karena dia pintar dan mengerti hukum atau tak sedikit karena yang bersangkutan punya wajah ganda; koruptor tapi suka bantu orang.

Penegak hukum itu butuh laporan!

Hukum butuh saksi!

Pelaku korupsi seringkali adalah orang yang lebih pintar, kaya dan lebih berpengaruh dari orang kebanyakan. Hal ini berbeda dengan maling ayam! Tapi kalau kita bersatu, apalah daya koruptor hebat itu.

Lalu, kenapa kita harus menuntut keadilan hukum jika kita tak pernah membantu aparat lewat pelaporan.

Kenapa masih mengumpat, ketika kita justru takut (atau jangan-jangan hormat) pada maling berdasi? Lawan donk! (*)

Komentar

Gagasan lainnya

<p>Less Plastic di Masa New Normal<p> Sabtu, 30-05-2020 21:56 WIB

Less Plastic di Masa New Normal

oleh: Robby Jannatan
Dosen Biologi FMIPA Universitas Andalas
<p>Lawan Covid19 dengan Bismillah<p> Minggu, 10-05-2020 21:09 WIB

Lawan Covid19 dengan Bismillah

oleh: dr Mela Aryati
Kepala Puskesmas Andalas
<p>Beragama Bukan Soal Berani atau Tidak<p> Senin, 13-04-2020 20:33 WIB

Beragama Bukan Soal Berani atau Tidak

oleh: Mochamad Nasrudin
Monas Inspire Institute
<p>Rahasia Medis di Era Disruption<p> Senin, 13-04-2020 07:40 WIB

Rahasia Medis di Era Disruption

oleh: Dr dr Rika Susanti SpFM (K)
Dekan FK Unand