MITRA VALORA NEWS

Senin, 2020-07-13 15:33 WIB

Negara dalam Kondisi Karut Marut, Ini Respon Anggota DPD RI Alirman Sori

<p>Negara dalam Kondisi Karut Marut, Ini Respon Anggota DPD RI Alirman Sori<p>

VALORAnews - Anggota DPD RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Sumbar, Alirman Sori mengatakan, tak bisa membatasi masyarakat untuk memberikan...

Home » Gagasan

Beragama Bukan Soal Berani atau Tidak

Senin, 2020-04-13 | 20:33 WIB | 439 klik
<p>Beragama Bukan Soal Berani atau Tidak<p>

Mochamad Nasrudin

Monas Inspire Institute

Apakah kita mau mengimani perintah Allah, rosul-Nya serta Ulil Amri atau tidak?

Meskipun itu tidak masuk di akal kita. Tapi kalau Allah dan rosul-Nya serta Ulil Amri memerintahkan, kita wajib menaatinya.

Kalau beragama hanya masalah berani atau tidak. Preman dan pemabuklah yang paling berani melawan bahaya.


Dulu, ketika Rosululloh SAW sepulang dari Isro' dan Mi'raj lalu menjelaskan tentang perjalanan yang super jauh tersebut ditempuh kurang dari semalam, hampir semua sahabat ingkar dan keluar dari Islam.

Satu satunya sahabat yang langsung menyatakan kepercayaannya atas wahyu perintah sholat yang disampaikan Rosululloh adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Abu Bakar mengimani apa yang disampaikan Rosululloh SAW, bukan karena apa yang disampaikan Rosululloh itu masuk ke akal pikirannya. Namun, lebih karena keimanan meskipun nalar dan ilmunya belum sampai.

Saat ini pun, kita diuji kembali oleh Allah. Apakah kita mau mengimani perintah Allah dan rosul-Nya serta Ulil Amri atau kita terus mencari-cari alasan untuk mengingkarinya, karena kita anggap tidak masuk akal atau tidak enak rasanya meninggalkan sholat jamaah di masjid.

Kembali lagi ini masalah beriman atau tidak. Bukan masalah gak enak atau tidak. Bukan juga masalah masuk akal atau tidak.

Beragama juga bukan soal semangat menggebu-gebu tanpa ilmu. Kalau beragama hanya soal semangat dan logika tanpa ilmu dan tuntutan, tentunya Rosululloh akan membiarkan seorang sahabat yang ingin berpuasa sepanjang masa setiap hari.

Nyatanya, Rosululloh melarangnya dan memberikan tuntunan tentang cara berpuasa yang benar. Puasa itu mesti harus memperhatikan hak-hak tubuh. Seperti tidak boleh puasa 24 jam, tidak boleh puasa setiap hari, ada waktu waktu yang diharamkan utk berpuasa.

Ini semua berdasarkan tuntutan ilmu dari nabi, yang dilanjutkan oleh para ulama. Bukan berdasarkan akal sehat, semakin banyak berpuasa semakin baik.

Agama bukan berdasarkan logika manusia, tapi berdasarkan tuntutan Allah dan rosul-Nya meskipun itu belum mampu dicerna akal kita.

Keridhoan menerima takdir Allah, justru akan membuat kita menemukan banyak hal rahasia ketentuan Allah termasuk kesendirian, ibadah di tengah kesunyian, tanpa diketahui manusia lain, tanpa pamer dan unjuk kesholehan terhadsap orang lain. Itu semua justru membuat kita lebih dekat dengan Allah.

Coba kumpulkan dan temukan hikmah dan kebaikan yang didapat manusia dan alam semesta dengan adanya kesunyian akibat Corona Virus Diseases 2019 ini.

Pasti, istirahat dari hiruk-pikuk kehidupan ini ada hikmah dan manfaatnya bagi kita. Seperti manfaat dan hikmah dari seorang perempuan yang menstruasi, sehingga dipaksa takdir untuk meninggalkan sholat, berhubungan suami istri dan meninggalkan kenikmatan lainnya.

Ayo kita cari hikmahnya bersama dalam kesendirian kita. Seperti, lapisan ozon menjadi menebal akibat berkurangnya pencemaran lingkungan, manusia latihan bersabar, Allah membungkam kesombongan orang orang kafir dan lain-lain.

Silahkan di cari ya. In Syaa Allah, inilah sikap terbaik sebagai ulul albab. (*)

Komentar

Gagasan lainnya

<p>Harapan Baru Masyarakat Tani Pascapandemi<p> Senin, 13-07-2020 10:15 WIB

Harapan Baru Masyarakat Tani Pascapandemi

oleh: Akhmad Khambali SE MM
Ketua Umum Gerakan Mitra Santri Nusantara
<p>Beternak Ayam, Solusi Kemandirian Pangan di Masa Covid19<p> Senin, 01-06-2020 23:11 WIB

Beternak Ayam, Solusi Kemandirian Pangan di Masa Covid19

oleh: Yosnofrizal
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Agam
<p>Less Plastic di Masa New Normal<p> Sabtu, 30-05-2020 21:56 WIB

Less Plastic di Masa New Normal

oleh: Robby Jannatan
Dosen Biologi FMIPA Universitas Andalas
<p>Lawan Covid19 dengan Bismillah<p> Minggu, 10-05-2020 21:09 WIB

Lawan Covid19 dengan Bismillah

oleh: dr Mela Aryati
Kepala Puskesmas Andalas