MITRA VALORA NEWS

Home » Gagasan

Beternak Ayam, Solusi Kemandirian Pangan di Masa Covid19

Senin, 2020-06-01 | 23:11 WIB | 284 klik
<p>Beternak Ayam, Solusi Kemandirian Pangan di Masa Covid19<p>

Yosnofrizal

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Agam

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya tentang bagaimana Dana Desa digunakan untuk mendorong kemandirian pangan berbasis desa, sekaligus sebagai satu upaya mengatasi dampak ekonomi wabah Covid-19 yang kini masih mendera bangsa Indonesia dan diperkirakan berdampak cukup panjang bagi perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di desa. (Baca: Dana Desa, Kemandirian Pangan dan Pandemi Covid-19).

Dalam tulisan ini akan digambarkan lebih detail bagaimana Pemerintahan Desa bersama masyarakatnya memanfaatkan Dana Desa dengan membuatkan kegiatan pemberdayaan pendayaangunaan lahan perkarangan atau lahan disekitar rumah sehingga bisa berkontribusi positif pada penumbuhan ekonomi.

Terkhusus lagi kami memilih usaha beternak ayam kampung sebagai usaha peningkatan ekonomi tersebut. Kegiatan ini diutamakan menyasar mereka yang terdampak krisis ekonomi akibat wabah Covid19, baik mereka yang menetap di desa, maupun mereka yang balik kampung karena di kota tidak bisa lagi bertahan hidup.


Sebagaimana diketahui, lahan perkarangan atau lahan disekitar rumah adalah potensi besar yang hampir pasti dimiliki rumah-rumah di perdesaan. Dan kalau kita berkunjung ke perdesaan, kebanyakan lahan - lahan tersebut belum termanfaatkan secara optimal berkontribusi pada perekonomian masyarakat. Padahal kalau sumber daya tersebut dimanfaatkan dengan pendekatan yang tepat, tentu saja akan memberi sumbangsih terhadap pendapatan masyarakat di desa.

Lalu mengapa kami memilih usaha ayam kampung sebagai pilihan usaha untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat desa? Karena ayam kampung adalah jenis ternak unggas yang cukup mudah dikelola warga di desa.

Warga desapun sudah sangat familiar dengan ternak ini. Lahan yang dibutuhkan pun tidak terlalu luas untuk dikembangkan dalam skala ekonomi yang bisa mendukung pendapatan. Nilai gizi dan tingkat kebutuhan dalam kecukupan pangan juga penting karena daging dan telur ayam merupakan dua kebutuhan pangan yang selalu dibutuhkan masyarakat. Karena itu, tak perlu khawatir dengan pemasaran, karena selalu dicari.

Selain itu, biaya yang diperlukan untuk pengembangannya dalam skala ekonomi pun tidak terlalu besar. Artinya, Dana Desa mampu mendukung warga desa yang ingin mengembangkannya. Pengembangan usaha-usaha produktif seperti ini juga bagian dari kewenangan desa, sehingga boleh disebut tidak ada hambatan regulasi jika desa ingin menganggarkan kegiatan ini menggunakan dana desa.

Yang terpenting, proses penyusunan kegiatan ini dimasukan dalam proses perencanaan desa, mulai dari Musyawarah Desa, Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa sampai kegiatan yang tertera dalam RKP dan APBD Desa.

Balik lagi soal biaya yang diperlukan untuk pengembangan usaha ini, Ir Djoni, yang telah mengembangkan usaha ini di Rumah Inspirasi miliknya, memaparkan biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan ayam kampung sampai berumur layak jual atau 6 bulan hanya sebesar Rp16 ribu per ekor. Itu sudah termasuk biaya bibit atau anak ayam dan biaya pakan. Sementara, per ekor bisa dijual Rp40 ribu sehingga bisa menghasilkan laba sebesar Rp24 ribu per ekor.

Kunci menekan biaya usaha dalam beternak ayam kampung ala mantan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Sumatera Barat ini adalah dengan menggunakan pakan dari sumber daya lokal. Misalnya, memanfaatkan tanaman sagu sebagai pakan utama. Untuk pakan tambahan, dia memanfaatkan tanaman azolla pinata, sejenis paku air, yang dia kembangkan sendiri. Sisa makanan yang ada pun bisa dimanfaatkan untuk pakan ayam ini. Yang terpenting, memanfaatkan sumber pakan yang ada dilingkungan warga di desa.

Dana Desa untuk Usaha Ayam Kampung

Lalu, bagaimana Dana Desa bisa berperan dalam usaha ayam kampung ini? Ada beberapa model penggunaan Dana Desa untuk mengembangkan ternak ayam kampung.

Pertama, Dana Desa digunakan secara lansung melalui kegiatan pembangunan Desa dalam mendorong usaha ayam kampung di pekarangan atau lahan sekitar rumah. Melalui cara ini, Pemerintah Desa bisa menganggarkan fasilitasi kebutuhan usaha seperti bantuan bibit atau anak ayam, bantuan pembelian pakan.

Bisa juga bantuan fasilitas kandang, tapi untuk kandang, lebih baik disediakan sendiri oleh warga penerima bantuan untuk menunjukan keseriusan warga untuk mengelola usaha ayam kampung tersebut.

Dalam konteksnya, Pemerintah Desa juga harus menyediakan anggaran untuk pelatihan bagi warga yang menerima program tentang bagaimana cara beternak ayam kampung. Tentunya seluruh kebutuhan pelatihan itu dipenuhi oleh anggaran desa. Pelatihan ini penting dilakukan agar warga paham dengan cara beternak ayam kampung. Antara pelatihan dengan bantuan usaha merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak terpisahkan.

Model yang kedua adalah mendorong Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) mengembangkan usaha ternak ayam kampung dengan bekerjasama dengan warga desa. Dalam kerjasama itu, Bumdes berperan dalam membantu modal warga dan memasarkan hasil ternak, sementara warga melakukan usaha pengembangan. Tentu Bumdes terlebih dulu menghitung nilai kelayakan usahanya dan membuat sistim kerjasama yang jelas.

Antara model pertama dengan kedua juga bisa dintegrasikan. Artinya Desa bisa secara lansung membantu warga pengembangan usaha seperti model pertama, sementara Bumdes berperan dalam membantu pemasaran dan menyediakan sarana produksi.

Model ketiga adalah Pemerintah Desa menfasilitasi perbankan membantu warga dalam usaha budidaya ayam kampung dengan permodalan. Bukan kah sekarang Pemerintah mendorong lembaga perbankan membuat skim kredit seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam menumbuhkan usaha rakyat untuk meningkatkan pendapatannya.

Usaha ternak ayam kampung sesungguhnya amat layak mendapat skim kredit tersebut. Tinggal bagaimana melalui anggaran desa membuat kegiatan dengan mengundang lembaga perbankan menjelaskan skim-skim kredit yang membantu pengembangan usaha rakyat.

Tidak hanya itu, Pemerintah Desa juga menfasiltasi kerjasama antara Bumdes dengan lembaga Perbankan dalam mendorong pengembangan usaha rakyat semisal usaha ternak ayam kampung itu. Model ini lebih menarik lagi dengan beberapa alasan.

Alasan itu adalah bagi perbankan, model ini jika terlaksana, akan meningkatkan penyaluran kredit usaha rakyatnya yang berarti juga mendukung program pemerintah. Hal ini juga akan mengatasi satu persoalan perbankan ketika menyalurkan skim kredit ke tangan rakyat, khususnya di perdesaan.

Persoalan itu adalah tidak adanya lembaga di tengah masyarakat yang menjembatani perbankan dalam memantau pengembangan kredit di masyarakat. Kini tugas itu bisa ditangani oleh Bumdes.

Bagi Bumdes, kerjasama ini juga besar artinya. Bumdes mendapatkan lembaga yang terpercaya untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan usaha, terutama dalam membuat analisa studi kelayakan usaha. Bukankah, sebagai lembaga yang berperan menyalurkan kredit, studi kelayakan menjadi satu prasyarat penting bagi perbankan menyalurkan kredit. Tentu pengalaman dan kemampuan itu bisa ditularkan pada Bumdes.

Sementara bagi Nagari atau desa dengan adanya kerjasana dengan lembaga perbankan semakin meneguhkan keberadaan yang mempunyai kewenangan dan anggaran. Dengan kewenangan dan anggaran yang ada, Desa dengan pendekatan kreatif dan inovatif, melakukan satu model pembangunan sesuai dengan apa yang diamanatkan Undang-Undang Desa yakni meningkatan pendapatan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di desa. Apalagi ini dilakukan pada saat bangsa menghadapi krisis ekonomi akibat wabah dan juga mendorong kemandirian pangan bangsa.

Tentu hal ini harus mendapat dukungan dari semua pihak, terutama para penyuluh dan tenaga pendamping dilapangan karena keberadaan mereka sesungguhnya bagian dari upaya pemerintah dalam membantu Pemerintahan Desa. (*)

Komentar

Gagasan lainnya

<p>Indahnya Keluhuran Budi<p> Sabtu, 05-09-2020 22:54 WIB

Indahnya Keluhuran Budi

oleh: KH Akhmad Khambali SE MM
Ketua Umum Gema Santri Nusa
<p>Delapan Butir Maklumat KAMI<p> Sabtu, 22-08-2020 09:21 WIB

Delapan Butir Maklumat KAMI

oleh: Jaya Suprana
Rakyat Indonesia yang Cinta Indonesia
<p>Berebut Tiket Poros Baru<p> Minggu, 09-08-2020 21:20 WIB

Berebut Tiket Poros Baru

oleh: Syaharman Zanhar
Mantan Wartawan
<p>Data Pemilih dan Pemenuhan Hak Politik<p> Senin, 27-07-2020 20:20 WIB

Data Pemilih dan Pemenuhan Hak Politik

oleh: Sutrisno
Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Padang