MITRA VALORA NEWS

Selasa, 2020-06-30 16:21 WIB

Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah

<p>Mahyeldi Bagikan 200 Keranjang Hasil Produksi Bank Sampah<p>

VALORAnews - Wali Kota Padang, Mahyeldi membagikan 200 keranjang belanja atau tas guna ulang, ke pengunjung Pasar Alai, Selasa (30/6/2020). Saat...

Home » Wawancara

Finansial OK, Pengalaman dan Elektabilitas Teruji

Jumat, 2020-03-20 | 10:16 WIB | 114 klik
<p>Finansial OK, Pengalaman dan Elektabilitas Teruji<p>

Bincang dengan Riza Falepi (2/2)

Politisi PKS

WALI Kota Payakumbuh, Riza Falepi menegaskan, dirinya siap bertarung di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar pada pemilihan serentak 2020. Magister Tekno Ekonomi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, mengaku telah intens menyosialisasikan diri ketengah-tengah masyarakat.

"Saya bersama Wali Kota Padang, Ustad Mahyeldi dan Anggota DPR RI, Pak Tifatul Sembiring, telah dipersilahkan PKS untuk menyosialisasikan diri ketengah masyarakat Sumbar. Kami bertiga, diproyeksikan sebagai calon gubernur Sumbar 2020 dari PKS," ungkap anak nagari Koto nan Ampek Kota Payakumbuh itu, di Padang, Ahad (12/1/2020) pagi.

Pada bincang-bincang selama 1,5 jam itu, Riza mengurai banyak hal. Beberapa di antaranya, dinyatakan pria dengan gelar adat, Datuk Rajo Ka Ampek Suku, off the record.


Di antara yang diurai Riza dalam rangka menyongsong pemilihan gubernur yang digelar berbarengan dengan pemilihan 11 bupati dan 2 wali kota di Sumbar itu yakni latar belakang akhirnya membulatkan tekad untuk maju, modal kampanye, program kerja jika terpilih, rilis hasil survei jelang pemilihan dan topik khas Pilkada lainnya.

Berikut petikan diskusi yang juga dihadiri pemimpin redaksi http://valora.co.id, Al Imran bersama beberapa pimpinan media cetak dan siber di Padang.Keseriusan Riza Falepi bertarung di Pilgub Sumbar bukanlah isapan jempol belaka. Ketika para kandidat lain masih bimbang dan masih mengukur ujung kain, Riza Falepi sudah siap bertarung di gelanggang.

Apa modal anda sehingga layak dicalonkan PKS sebagai gubernur?

Untuk modal, persoalannya tentu tak melulu soal kekuatan finansial. Tapi, finansial merupakan faktor yang tak bisa diabaikan begitu saja.

Untuk finansial itu, saya sudah katakan sebelumnya, bisnis yang baru saya rintis saat terpilih jadi anggota DPD RI lalu berlanjut jadi wali kota Payakumbuh dua periode, telah saya amanahkan pada seorang sahabat.

Saya kemudian tercatat sebagai bagian pemegang saham. Porsinya kecil tapi alhamdulillah, perusahaan itu assetnya kian membesar. Jika saham saya yang sedikit itu dijual, tentu akan membantu biaya pemilihan ini.

Jika mengandalkan penghasilan sebagai wali kota, itu hal mustahil karena saya nyaris harus nombok setiap bulannya untuk membiayai keperluan yang sifatnya pribadi. Proposal bantuan yang datang ke saya, jumlahnya cukup signifikan setiap bulannya.

Dukungan finansial ini, bisa juga saya dapatkan dari jaringan almamater saya, ITB (Riza menyelesaikan S-1 dan S-2 di ITB-red). Saya punya banyak kawan-kawan yang telah sukses di berbagai bidang usaha. Saya berkeyakinan, akan banyak kawan-kawan yang siap men-support.

Sedangkan untuk modal popularitas dan elektabilitas, saya sudah punya pengalaman saat bertarung di ajang pemilihan DPD RI dari daerah pemilihan Sumbar. Kemudian, juga punya pengalaman empirik bertarung jadi wali kota Payakumbuh di dua periode pemilihan.

Di ketiga pertarungan politik itu, berkat rahmat Allah, berhasil saya menangkan. Saat terpilih jadi DPD RI, suara yang berhasil saya kumpulkan 152.475 suara. Sedangkan di pemilihan wali kota Payakumbuh, dia berhasil menang 36,13 persen (di periode pertama) dan 43,62 persen (di periode kedua).

Pengalaman empirik ini, tentu modal yang sangat berharga untuk dibawa bertarung di pemilihan gubernur pada pemilihan serentak 2020 ini.

Apa sudah turun ke masyarakat?

Awalnya, atribut sosialisasi saya masih terbatas. Karena permintaan berbagai elemen masyarakat, akhirnya jumlah baliho dan atribut lainnya itu ditambah. Sekarang, sudah ditebar di berbagai sudut keramaian di seluruh penjuru Sumbar karena permintaan pemasangan dari berbagai elemen masyarakat juga terus bertambah.

Kenapa sosialisasinya tidak dimasifkan saja langsung?

Sebagai kader PKS, saya tak perlu terlalu berkoar-koar dan membuat pencitraan berlebihan. Saya menunggu keputusan partai terkait pemilihan gubernur Sumbar.

Apa sudah komunikasi dengan partai lain sebagai mitra koalisi PKS nanti?

Di pemilu 2019 lalu, PKS mendapatkan 10 kursi di DPRD provinsi. Sementara, syarat bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, mesti memiliki 13 kursi (20 persen dari 65 kursi parlemen di provinsi-red).

Sampai saat ini, PKS belum memutuskan siapa yang akan diusung sebagai calon gubernur. Saya sendiri, telah berkomunikasi dengan sejumlah partai. Komunikasi pribadi ini, tentu akan lebih memudahkan PKS untuk bicara di saat pembentukan koalisi nanti. (tamat)

Komentar

Wawancara lainnya

<p>Begini Cara Penatalaksanaan Jenazah Penderita Covid19<p> Jumat, 10-04-2020 16:14 WIB
dr Taufik Hidayat MSc SpF - KSM Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal RS Unand

Begini Cara Penatalaksanaan Jenazah Penderita Covid19

<p>Siap jadi Calon Gubernur, Tidak untuk Wakil<p> Minggu, 12-01-2020 20:23 WIB
Bincang dengan Riza Falepi (1/2) - Politisi PKS

Siap jadi Calon Gubernur, Tidak untuk Wakil

<p>Tak Perlu Tunggu Warning BMKG Jika Durasi Gempa Lama<p> Senin, 05-02-2019 19:21 WIB
Patra Rina Dewi - Founder Kogami

Tak Perlu Tunggu Warning BMKG Jika Durasi Gempa Lama

<p>Masyarakat Berkeadilan dan Sejahtera jadi Garis Perjuangan Fikon Dt Sati<p> Jumat, 20-07-2018 11:22 WIB
Fikon Dt Sati - Politisi

Masyarakat Berkeadilan dan Sejahtera jadi Garis Perjuangan Fikon Dt Sati